Projek
Projek
DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Bank Rakyat Indonesia
DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Bank Rakyat Indonesia
DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Bank Rakyat Indonesia
Minggu, 9 Maret 2025
Minggu, 9 Maret 2025



DPLK BRI adalah program pensiun yang dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). DPLK BRI dirancang untuk membantu individu dan perusahaan dalam mempersiapkan dana pensiun secara mandiri dan terencana, guna memberikan keamanan finansial di masa pensiun.
DPLK BRI adalah program pensiun yang dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). DPLK BRI dirancang untuk membantu individu dan perusahaan dalam mempersiapkan dana pensiun secara mandiri dan terencana, guna memberikan keamanan finansial di masa pensiun.
1. Gambaran Umum Proyek
1. Gambaran Umum Proyek
DPLK BRI adalah layanan Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang disediakan oleh Bank BRI untuk membantu perusahaan dan individu dalam mengelola dana pensiun. Dalam proyek ini, saya terlibat dalam pengembangan UI/UX untuk sistem digital DPLK BRI yang mencakup lima modul utama: Korporat, GL, Kepesertaan, Investasi, dan satu modul tambahan.
Proyek ini bertujuan untuk menciptakan dashboard yang intuitif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lingkungan korporat dan keuangan, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar desain dan regulasi industri.
DPLK BRI adalah layanan Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang disediakan oleh Bank BRI untuk membantu perusahaan dan individu dalam mengelola dana pensiun. Dalam proyek ini, saya terlibat dalam pengembangan UI/UX untuk sistem digital DPLK BRI yang mencakup lima modul utama: Korporat, GL, Kepesertaan, Investasi, dan satu modul tambahan.
Proyek ini bertujuan untuk menciptakan dashboard yang intuitif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna di lingkungan korporat dan keuangan, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar desain dan regulasi industri.
1.1 Latar Belakang & Kick-Off Proyek
1.1 Latar Belakang & Kick-Off Proyek
Proyek ini dimulai pada April 2024, di mana semua tim yang terlibat, termasuk saya, dipanggil untuk membahas perencanaan awal proyek. Dalam pertemuan tersebut, kami membahas beberapa aspek penting:
Persiapan proyek, termasuk sumber daya yang diperlukan.
Timeline dan tahapan proyek yang harus dijalankan.
Penanggung jawab dan eksekutor dari setiap bagian proyek.
Strategi mitigasi risiko, jika ada kendala yang dapat mempengaruhi jalannya proyek.
Konsep desain dan pendekatan UX yang akan diterapkan.
Waktu dan persiapan Kick-Off Meeting.
Pada tahap Kick-Off Meeting, kami juga membahas Business Requirements Document (BRD) yang mencakup cakupan bisnis dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam sistem. Masalah utama yang diangkat adalah digitalisasi layanan dan kemudahan akses bagi administrator bank BRI di seluruh Indonesia yang menangani layanan DPLK BRI. Tujuan utama proyek ini adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan dana pensiun melalui platform digital yang lebih modern dan user-friendly.
Proyek ini dimulai pada April 2024, di mana semua tim yang terlibat, termasuk saya, dipanggil untuk membahas perencanaan awal proyek. Dalam pertemuan tersebut, kami membahas beberapa aspek penting:
Persiapan proyek, termasuk sumber daya yang diperlukan.
Timeline dan tahapan proyek yang harus dijalankan.
Penanggung jawab dan eksekutor dari setiap bagian proyek.
Strategi mitigasi risiko, jika ada kendala yang dapat mempengaruhi jalannya proyek.
Konsep desain dan pendekatan UX yang akan diterapkan.
Waktu dan persiapan Kick-Off Meeting.
Pada tahap Kick-Off Meeting, kami juga membahas Business Requirements Document (BRD) yang mencakup cakupan bisnis dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam sistem. Masalah utama yang diangkat adalah digitalisasi layanan dan kemudahan akses bagi administrator bank BRI di seluruh Indonesia yang menangani layanan DPLK BRI. Tujuan utama proyek ini adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan dana pensiun melalui platform digital yang lebih modern dan user-friendly.
Detail Proyek
Detail Proyek
2.1 Peran dalam Proyek
2.1 Peran dalam Proyek
Sebagai UI/UX Designer, saya bertanggung jawab dalam:
Mendesain antarmuka pengguna yang intuitif dan sesuai kebutuhan user.
Membuat wireframe dan high-fidelity mockup berdasarkan riset dan analisis.
Melakukan audit desain untuk memastikan kesesuaian implementasi dengan desain awal.
Berkolaborasi dengan tim developer, PM, dan stakeholder untuk menyelaraskan kebutuhan proyek.
Sebagai UI/UX Designer, saya bertanggung jawab dalam:
Mendesain antarmuka pengguna yang intuitif dan sesuai kebutuhan user.
Membuat wireframe dan high-fidelity mockup berdasarkan riset dan analisis.
Melakukan audit desain untuk memastikan kesesuaian implementasi dengan desain awal.
Berkolaborasi dengan tim developer, PM, dan stakeholder untuk menyelaraskan kebutuhan proyek.
2.2 Tanggung Jawab
2.2 Tanggung Jawab
UI/UX Design → Membuat desain interface yang responsif dan mudah digunakan.
Konsep & Prototyping → Menerjemahkan kebutuhan user menjadi wireframe dan high-fidelity mockup.
QA/Audit Desain → Memastikan implementasi desain sesuai dengan standar yang telah dibuat.
Koordinasi dengan Tim → Berkolaborasi dengan PM, Lead UI/UX Designer, tim developer perusahaan, dan tim developer BRI.
Problem Solving → Menyelesaikan tantangan dalam timeline ketat, termasuk membuat mockup 10 halaman dalam 5 jam untuk kebutuhan presentasi mendadak.
UI/UX Design → Membuat desain interface yang responsif dan mudah digunakan.
Konsep & Prototyping → Menerjemahkan kebutuhan user menjadi wireframe dan high-fidelity mockup.
QA/Audit Desain → Memastikan implementasi desain sesuai dengan standar yang telah dibuat.
Koordinasi dengan Tim → Berkolaborasi dengan PM, Lead UI/UX Designer, tim developer perusahaan, dan tim developer BRI.
Problem Solving → Menyelesaikan tantangan dalam timeline ketat, termasuk membuat mockup 10 halaman dalam 5 jam untuk kebutuhan presentasi mendadak.
2.3 Durasi Proyek
2.3 Durasi Proyek
Proyek ini berlangsung selama 12 bulan, dibagi menjadi 5 fase utama:
Fase 1 (2 bulan): Modul Korporat
Fase 2 (2 bulan): Modul GL
Fase 3 (2 bulan): Modul Kepesertaan
Fase 4 (2-3 bulan): Modul Investasi
Fase 5 (2 bulan): Modul tambahan lainnya
Proyek ini berlangsung selama 12 bulan, dibagi menjadi 5 fase utama:
Fase 1 (2 bulan): Modul Korporat
Fase 2 (2 bulan): Modul GL
Fase 3 (2 bulan): Modul Kepesertaan
Fase 4 (2-3 bulan): Modul Investasi
Fase 5 (2 bulan): Modul tambahan lainnya
2.4 Workflow Desain dalam Proyek DPLK BRI
2.4 Workflow Desain dalam Proyek DPLK BRI
Kick-Off & BRD Alignment → Memahami kebutuhan bisnis berdasarkan Business Requirements Document (BRD).
User Research & Persona Mapping → Mengidentifikasi kebutuhan pengguna berdasarkan wawancara dan studi kasus.
Information Architecture → Menyusun alur navigasi dan struktur data untuk memastikan pengalaman pengguna yang efisien.
Wireframing & Ideation → Membuat sketsa awal menggunakan Figma untuk mendefinisikan layout utama.
High-Fidelity UI Design → Mendesain tampilan final dengan komponen UI yang sesuai.
Prototyping & User Testing → Membangun prototype interaktif untuk diuji oleh user BRI dan stakeholder.
Design Iteration & Feedback → Melakukan revisi berdasarkan hasil user testing dan masukan stakeholder.
Handover ke Developer → Menyediakan spesifikasi desain yang detail melalui Figma dan dokumentasi tambahan.
QA & Implementation Check → Melakukan audit desain untuk memastikan implementasi sesuai dengan spesifikasi.
Kick-Off & BRD Alignment → Memahami kebutuhan bisnis berdasarkan Business Requirements Document (BRD).
User Research & Persona Mapping → Mengidentifikasi kebutuhan pengguna berdasarkan wawancara dan studi kasus.
Information Architecture → Menyusun alur navigasi dan struktur data untuk memastikan pengalaman pengguna yang efisien.
Wireframing & Ideation → Membuat sketsa awal menggunakan Figma untuk mendefinisikan layout utama.
High-Fidelity UI Design → Mendesain tampilan final dengan komponen UI yang sesuai.
Prototyping & User Testing → Membangun prototype interaktif untuk diuji oleh user BRI dan stakeholder.
Design Iteration & Feedback → Melakukan revisi berdasarkan hasil user testing dan masukan stakeholder.
Handover ke Developer → Menyediakan spesifikasi desain yang detail melalui Figma dan dokumentasi tambahan.
QA & Implementation Check → Melakukan audit desain untuk memastikan implementasi sesuai dengan spesifikasi.
2.5 Alat yang Digunakan
2.5 Alat yang Digunakan
Figma → Mendesain wireframe, mockup, dan prototype.
Task Management Dashboard → Manajemen tugas dan kolaborasi dengan tim developer.
Google Meet → Komunikasi dan koordinasi dengan tim.
Excel & Google Sheets → Dokumentasi dan analisis data.
Figma → Mendesain wireframe, mockup, dan prototype.
Task Management Dashboard → Manajemen tugas dan kolaborasi dengan tim developer.
Google Meet → Komunikasi dan koordinasi dengan tim.
Excel & Google Sheets → Dokumentasi dan analisis data.
2.6 Tim yang Beririsan dengan Saya
2.6 Tim yang Beririsan dengan Saya
Lead UI/UX Designer → Memberikan arahan dan feedback terhadap desain.
Product Manager (PM) → Memastikan desain selaras dengan kebutuhan bisnis.
Developer (Frontend & Backend) → Mengimplementasikan desain ke dalam sistem.
Tim QA → Menguji desain yang telah diimplementasikan untuk memastikan tidak ada error.
User & Stakeholder dari BRI → Memberikan feedback terhadap desain untuk perbaikan iteratif.
Lead UI/UX Designer → Memberikan arahan dan feedback terhadap desain.
Product Manager (PM) → Memastikan desain selaras dengan kebutuhan bisnis.
Developer (Frontend & Backend) → Mengimplementasikan desain ke dalam sistem.
Tim QA → Menguji desain yang telah diimplementasikan untuk memastikan tidak ada error.
User & Stakeholder dari BRI → Memberikan feedback terhadap desain untuk perbaikan iteratif.



3. Tantangan yang Dihadapi & Solusi
3. Tantangan yang Dihadapi & Solusi
1. Deadline Ketat & Permintaan Mendadak
1. Deadline Ketat & Permintaan Mendadak
Tantangan: Dalam beberapa situasi, saya diminta menyelesaikan desain dalam waktu yang sangat singkat, seperti saat harus membuat mockup 10 halaman dalam 5 jam untuk presentasi ke BRI.
Solusi: Saya mengutamakan fitur dan layout utama terlebih dahulu, menggunakan komponen reusable di Figma, serta menerapkan sprint design untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas.
Tantangan: Dalam beberapa situasi, saya diminta menyelesaikan desain dalam waktu yang sangat singkat, seperti saat harus membuat mockup 10 halaman dalam 5 jam untuk presentasi ke BRI.
Solusi: Saya mengutamakan fitur dan layout utama terlebih dahulu, menggunakan komponen reusable di Figma, serta menerapkan sprint design untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas.
2. Kompleksitas Sistem & Alur Bisnis
2. Kompleksitas Sistem & Alur Bisnis
Tantangan: Sistem DPLK memiliki banyak aturan bisnis dan skenario yang harus diperhitungkan dalam desain, terutama dalam modul seperti Kepesertaan dan Investasi.
Solusi: Saya melakukan diskusi intensif dengan tim produk untuk memahami setiap proses dengan jelas, membuat flowchart menus, serta mengadakan iterasi desain dan feedack untuk memastikan desain selaras dengan kebutuhan pengguna dan regulasi.
Tantangan: Sistem DPLK memiliki banyak aturan bisnis dan skenario yang harus diperhitungkan dalam desain, terutama dalam modul seperti Kepesertaan dan Investasi.
Solusi: Saya melakukan diskusi intensif dengan tim produk untuk memahami setiap proses dengan jelas, membuat flowchart menus, serta mengadakan iterasi desain dan feedack untuk memastikan desain selaras dengan kebutuhan pengguna dan regulasi.
3. Kolaborasi dengan Banyak Tim
3. Kolaborasi dengan Banyak Tim
Tantangan: Dalam proyek ini, saya harus berkoordinasi dengan berbagai tim, termasuk tim internal perusahaan, tim BRI, serta tim QA dan developer. Komunikasi lintas tim menjadi tantangan tersendiri.
Solusi: Saya biasa menggunakan Task Management dari perusahaan saya bekera untuk tracking progress, bahkan dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi secara langsung, dan jika memungkinkan mengadakan meeting secara online.
Tantangan: Dalam proyek ini, saya harus berkoordinasi dengan berbagai tim, termasuk tim internal perusahaan, tim BRI, serta tim QA dan developer. Komunikasi lintas tim menjadi tantangan tersendiri.
Solusi: Saya biasa menggunakan Task Management dari perusahaan saya bekera untuk tracking progress, bahkan dalam beberapa kesempatan saya berdiskusi secara langsung, dan jika memungkinkan mengadakan meeting secara online.
4. Menjaga Konsistensi Desain di Lima Modul Berbeda
4. Menjaga Konsistensi Desain di Lima Modul Berbeda
Tantangan: Karena proyek ini memiliki lima modul dengan berbagai fungsi, menjaga konsistensi tampilsan desain menjadi tantangan tersendiri agar pengguna tidak merasa bingung saat berpindah modul.
Solusi: Saya menerapkan Design System berbasis komponen di Figma, sehingga semua elemen UI tetap seragam. Selain itu, saya juga melakukan QA desain untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam implementasi.
Tantangan: Karena proyek ini memiliki lima modul dengan berbagai fungsi, menjaga konsistensi tampilsan desain menjadi tantangan tersendiri agar pengguna tidak merasa bingung saat berpindah modul.
Solusi: Saya menerapkan Design System berbasis komponen di Figma, sehingga semua elemen UI tetap seragam. Selain itu, saya juga melakukan QA desain untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam implementasi.






4. Kesimpulan & Key Takeaways
4. Kesimpulan & Key Takeaways
1. Kesimpulan
1. Kesimpulan
Proyek DPLK BRI adalah pengalaman berharga dalam merancang sistem UI/UX untuk lingkungan perbankan yang kompleks. Dengan keterbatasan waktu dan tantangan teknis, saya berhasil membantu menciptakan dashboard digital yang lebih modern, efisien, dan user-friendly bagi administrator bank BRI di seluruh Indonesia.
Keberhasilan proyek ini tidak hanya datang dari desain yang baik, tetapi juga dari strategi kolaborasi yang solid, pemahaman mendalam tentang kebutuhan bisnis, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat.
Proyek DPLK BRI adalah pengalaman berharga dalam merancang sistem UI/UX untuk lingkungan perbankan yang kompleks. Dengan keterbatasan waktu dan tantangan teknis, saya berhasil membantu menciptakan dashboard digital yang lebih modern, efisien, dan user-friendly bagi administrator bank BRI di seluruh Indonesia.
Keberhasilan proyek ini tidak hanya datang dari desain yang baik, tetapi juga dari strategi kolaborasi yang solid, pemahaman mendalam tentang kebutuhan bisnis, serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang cepat.
2. Key Takeaways
2. Key Takeaways
Manajemen Waktu & Prioritas
→ Mampu menyelesaikan desain dalam waktu singkat tanpa mengorbankan kualitas, seperti saat menyelesaikan mockup 10 halaman dalam 5 jam.
Manajemen Waktu & Prioritas
→ Mampu menyelesaikan desain dalam waktu singkat tanpa mengorbankan kualitas, seperti saat menyelesaikan mockup 10 halaman dalam 5 jam.
Komunikasi & Kolaborasi Efektif
→ Mengelola komunikasi dengan berbagai tim lintas divisi melalui Jira, Slack, dan Google Meet, serta menyusun dokumentasi desain untuk mempermudah proses handover.
Komunikasi & Kolaborasi Efektif
→ Mengelola komunikasi dengan berbagai tim lintas divisi melalui Jira, Slack, dan Google Meet, serta menyusun dokumentasi desain untuk mempermudah proses handover.
Problem-Solving di Lingkungan yang Dinamis
→ Menghadapi banyak perubahan kebutuhan proyek dengan pendekatan iteratif dan agile, memastikan desain selalu selaras dengan kebutuhan pengguna dan bisnis.
Problem-Solving di Lingkungan yang Dinamis
→ Menghadapi banyak perubahan kebutuhan proyek dengan pendekatan iteratif dan agile, memastikan desain selalu selaras dengan kebutuhan pengguna dan bisnis.
Penerapan Design System yang Konsisten
→ Menjaga keseragaman desain di lima modul berbeda melalui komponen reusable di Figma, sehingga meningkatkan efisiensi dalam iterasi dan implementasi.
Penerapan Design System yang Konsisten
→ Menjaga keseragaman desain di lima modul berbeda melalui komponen reusable di Figma, sehingga meningkatkan efisiensi dalam iterasi dan implementasi.
Peningkatan Skill dalam UX Research & Business Understanding
→ Memahami alur bisnis perbankan dan regulasi DPLK, yang berperan penting dalam menciptakan desain yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan sesuai regulasi industri.
Peningkatan Skill dalam UX Research & Business Understanding
→ Memahami alur bisnis perbankan dan regulasi DPLK, yang berperan penting dalam menciptakan desain yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan sesuai regulasi industri.


Akbar Fadillah Hermawan | Product Designer, UI/UX Designer
Akbar Fadillah Hermawan | Product Designer, UI/UX Designer
Sections
Sections
2024
2024
Akbar Fadillah Hermawan. All rights reserved.
Akbar Fadillah Hermawan. All rights reserved.